iWEBS.MY.ID - Isu Pemuda Muhammadiyah mengembalikan uang sebesar Rp 2 miliar ke Kementerian Pemuda dan Olahraga menjadi tranding topik minggu ini. Berbagai media sosial seperti Facebook dan Twitter misalnya, menjadi wadah isu itu dilemparkan. Uang tersebut berkaitan dengan kegiatan Kemah Pemuda Islam di Pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta, pada 16-17 Desember 2017.Ketua Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani menegaskan pengembalian uang itu demi harga diri Muhammadiyah.
Pemuda Muhammadiyah diwakili Fanani yang juga menjadi ketua panitia Kemah Pemuda, Jumat malam, 24 November 2018 itu mengatakan "Kami merasa seakan dituduh mengkorupsi anggaran tersebut," ungkapnya.
Uang itu kami kembalikan ke Kemenpora sebelum Dahnil Anzar diperiksa polisi. Pengembalian uang itu dalam bentuk cek." kata Fanani.
Baca juga: Istri Dahnil Anzar Klarifikasi Tuduhan atas Suaminya
Baca juga: Istri Dahnil Anzar Klarifikasi Tuduhan atas Suaminya
Seperti dilansir dari halaman berita 2019GantiPresiden.com setelah pengembalian dana Rp 2 M dari Pemuda Muhammadiyah ke Kemenpora ini, beberapa pihak menyindir balik kapan pemerintah dalam hal ini BPJS melunasi utang Rp 300 Miliar ke RS Muhammadiyah di Jawa Tengah.
Seperti dilansir detikcom (24/9/2018), BPJS Disebut Masih Utang Rp 300 M ke RS Muhammadiyah di Jateng.
Tunggakan BPJS pada rumah sakit milik Muhammadiyah di Jawa Tengah diperkirakan mencapai Rp 300 miliar. Khusus di RS Muhammadiyah Roemani Semarang saja Rp 48 miliar.
“BPJS harus dibenahi karena ada 32 rumah sakit dengan total (tunggakan) Rp 300 miliar. Di RS Roemani saja Rp 48 miliar,” kata Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Tafsir ketika didatangi Calon Wakil Presiden, Sandiaga Salahudin Uno di kantornya, Semarang, Senin (24/9/2018).


0 Komentar