Oleh
Dian Febriani , Tengku Faizal, Wiwinda.
25 April 2020


A. Hakikat Ayat-Ayat Al-Qur’an

Allah menurunkan Al-Qur’an adalah untuk mengajak manusia berfikir dan merenung. Dalam Al-Qur’an Allah mengajak manusia untuk tidak mengikuti secara buta kepada kepercayaan dan norma-norma yang diajarkan masyarakat. (Qurais Sihab, 1996, hal. 25).

B. Kesatuan Ayat Qauliyah dan Kauniyah

Allah tidak menampilkan wujud Dzatnya Yang Maha Hebat di hadapan makhlu-makhlukNya secara langsung dan dapat dilihat seperti kita melihat sesama makhluk. Maka, segala sesuatu yang dapat dilihat oleh mata kepala kita itu bukanlah Tuhan. Allah menganjurkan kepada manusia untuk mengikuti Nabi Muhammad SAW supaya berfikir tentang makhluk-makhluk Allah. Jangan sekali-kali berfikir tentang Dzat Allah.

1. Pegertian Ayat Qauliyah
Ayat-ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah SWT.Didalam Al-Qur’an. Ayat-ayat ini meyentuh berbagai aspek, termasuk cara mengenal Allah. Salah satunya dalam.

Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,dan demi bukit Sinai,dan demi kota (Mekah) ini yang aman,sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya kemudian kami kembalikan dia ketempat yang serendah-rendahnya (neraka)”.( QS.At-Tin (95) ayat 1-5).

2. Pegertian Ayat Kauniyah
Ayat kauniyah adalah ayat atau tanda yang wujud di keliling yang diciptakan oleh Allah. Ayat-ayat ini adalah dalam bentuk benda, kejadian, pristiwa dan sebagainya yang ada didalam alam ini. Oleh karena alam ini hanya mampu dilaksanakan oleh Allah dengan segala sistem dan peraturan yang unik,maka ia menjadi tanda kehebatan dan keagungan penciptanya.

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu ?”. (QS. Fussilat (41) ayat 53).

Keserasian Ayat-ayat Qauliyah dan Kauniyah Allah SWT menurunkan ayat-ayat (tanda kekuasaan)-Nya melalui 2 jalur formal yaitu ayat qauliyah dan jalur non-formal yaitu ayat kauniyah. 

Ayat qauliyah adalah kalam Allah (Al-Qur’an yang diturunkan secara formal kepada Nabi Muhammad SAW. Sedangkan ayat kauniyah adalah fenomena alam, jalurnya tidak formal dan manusia mengeksplorasi sendiri.

C. Interkoneksi Dalam Memahami Ayat-Ayat Qauliyah dan Kauniyah

Secara garis besar, Allah menciptakan ayat dalam dua jalan keduanya saling menegaskan dan saling menegaskan dan saling terkait satu sama lainnya. Hal ini membuktikan bahwa kemampuan manusia untuk memaham keduanya adalah keniscayaan.

Allah tidak hanya memberikan perintah untuk sekedar memahami ayat-ayat Allah berupa Qauliyah, tetapi juga untuk fenomena alam ini. AllaH adalah ayat Allah SWT yang tidak tertuang dalam bentuk perkataan Allah untuk dibaca dan dihafal. 

Tetapi alam adalah ayat Allah yang semestinya dieksplore dan digali sedalam-dalamnya untuk semakin manusia mendekatkan diri pada kemahakuasaan Allah SWT.

(Yaitu) orang-orang yang megigat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata). “Ya Tuhan Kami,tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau,maka peliharalah kami dari siksa api neraka”. ( QS. Al-Imran (3) : 191).

Sumber :
  1. AL-Qur’an terjemahannya 1998. Semarang. Asy-Syifa. 
  2. Quraish shihab, 1996. Membumikan Al-Qur’an dan peran wahyu dalam kehidupan masyarakat, bandung, Mizan.